Friday, March 29, 2013

Banyaklah Membaca

cara buat saya senang itu simple, ketemu jum'at dan diajakin ke gramedia trus pas dikasir dibayarin *huehehehe you know-lah maksudnya*
kok jum'at? kok gramedia? yamw begitulah pokoknya. postingan kali ini kayaknya saya akan banyak sangat, ngat, ngat, memberi wejangan kepada para pemBACA blog saya ini (hahah, maka persiapkan cemilan, cepuluh, cebelas untuk ditemenin mBACA nantinya, sedikit agak garing sob maaf keun dah kalau begitu .____.)
#okesip
Tanpa babibu, langsung saja masuk pada inti postingan iniwh, Banyak-banyaklah membaca, jika perlu buatlah target untuk berapa banyak buku yang akan teman2 baca perbulannya, atau perminggunya, bahkan per harinya. dengan membaca kita bisa tau segala hal, apapun itu, pengen wawasannya luas? bukalah dengan bacaan itu kuncinya. baca apapun itu dengan kutip bacalah bacaan yang "Ber-MU-TU"
maka dari itu mengapa saya senang sama yang namanya Jum'at dan Gramedia. karena jum'at dimana waktu libur dan otomatis untuk membeli buku pastinya memilih hari libur, kan? ;) karena Gramedia toko buku terbesar dikota saya maka wuusssss disitulah saya membeli buku, kemudian membacanya agar masa depan makin cerah :D *please deh ini seperti bukan saya yang nulis* kalaupun tidak sempat untuk main ke gramedia maka kita  manfaatkanlah toko-toko buku online se-INDONESIA, sangat banyak, dan beragam, intinya nyari BUKU. betulkan?

tak akan merugi orang yang kerjanya memBACA, beneran deh. ingat, membaca disini dimaksudkan membaca buku-buku yang bermutu :)
apakah masih sering teman-teman mendengar kata kutu buku? saya pikir sudah tidak lagi, sudah ga jaman kali ngomong gituan, hellooo~ :p

dalam Agama saya, ISLAM. wahyu yang paliiiiiiiing pertama turun itu apa? perintah MEMBACA, Iqra'
maka ga usah dipikir lagi, membaca itu ga ada ruginya, kalau mau nyari untungnya mah banyaaaaaaaaakk :))
bayangin, saya tau sejarah peradaban islam dari mana, dari siapa? dari buku dari membaca, oleh penulisnya :p
saya tau ilmu2 science, technology dengan membaca! luar biasa, membaca dapat mengetahui segala hal, Insya ALLAh :) jika anda yakin.
Manusia itu tidak tahu apa2. Tuhanlah yg mengajarkan semuapengetahuan. Melalui apa? Perantara kalam. Pena. Tulisan.Maka bacalah- Tere Liye
Karakter seseorang itu dapat terbentuk dari bacaanya, trusted to me :)
jika bacaan anda Novel (yang tidak bermutu, tapi beberapa novel juga banyaaak yang bermutu. maka pintar-pintar lah men-sortir bacaan :) maka anda akan dibelenggu dengan pemikir si penulis, tidak diajak untuk berfikir. bisa dikatakan 'let it flow' so, apakah dalam membaca kita tidak perlu berfikir? tentu harus, harus kritis, maka dalam membaca tidak cukup membaca satu sumber saja, oke?
jika tidak sependapat mari kita diskusiiiii. jika bacaan anda komik, apa yang terjadi? penyesalan dimasa depan. Mengapa berani saya katakan, karena sewaktu sd dulu bacaan saya komiiiiiiiikk semua, maka sekarang saya menyesal mengapa dulu bacaannya komik teyusss? :') #kemudianNangisDarah haha.
*lagi dan lagi kalau tidak sepakat mari kita diskusi ;)*
pertanyaanya : Mengapa sekarang jarang kita temukan pembaca yang setia? Rendahnya minta baca?
kalau saya bisa menjawab dan ini teman-teman boleh menjawab juga di kotak komentar :D
Yaitu, karena belum tergambarkannya VISI yang jelas, *yaaaaahh balik lagi deh ke Visi* pokoknya intinya begitu, VISI. ada visi, berarti ada yang ingin dicapai, keingintahuan sesegera mungkin berlari menuju diri teman2 sekalian.
maka jika tidak tahu kita-kita pada harus ngapain? yaa cari tahu. dengan apa mem... BACA. hehe. eh gimana-gimana??? gini lho.
kalau kita sudah punya gambaran visi untuk hidup, untuk masa depan, maka tentu kita merancang. mau ini-itu? pasti harus dicapai kan? harus itu. dengan apa? usaha, salah satunya membaca. Ingin jadi apapun teman-teman nanti, banyak2 lah membaca, yapyap. begitulah pokoknya ;)))

bisa juga karena belum mau tau (masih lanjutan jawaban), kenapa sih blm mau tau? karena sangaaaaaaat jarang membaca, lha terus piye kalau emang udah dari sononya males mbaca? yap jadi begini ini ada sedikit trik dari saya, coba deh untuk paksa otak kita perintahin hipokampus untuk cepet-cepet menyerap ilmu yang bermanfaat dengan mbaca *doa kepada Allah, lancarkanlah otak kita dalam menyerap ilmu, semoga ilmunya kita semua kelak dapat menjadi bermanfaat. Mulailah membaca dari apa yang ingin kita tahu, awal-awal bisa minta bantua om google dulu dan dengan sendirinya kita pasti butuh yang lebih mendetail nah muncullah keinginan untuk membaca buku, jika tabungan belum cukup bisa pinjem ke teman dulu :D sembari untuk melaksanakan perintah-Nya. IQRA' (Baca-lah)
Oya, perlu ditekankan bahwa minat baca itu bagus kalau dibentuk semenjak KECIL ;))
wehehe *teruntuk teman2 para calon ibu-ayah :p kalau merasa masih kecil butuh maka cepat-cepatlah untuk rajin membaca, gausah dipikir lagi :D hehe
"knowledge is POWER" dan knowledge itu darimana sih? dari memba-ca :D
sekian dari sayaaaaaaaaaaaaaa, terimakasih sudah menyempatkan memBaca blog ini, khusus nya postingan ini ;) huehehe
Ayo MEMBACA *btw membaca bisa memajukan kualitas bangsa lho, hihi
kok bisa? Maka, bacalah. Buktikan sendiri.
salam jumuah.

mks, 29 mar 2013

Wednesday, March 27, 2013

youtube dan Cyberspace

begadang jangan begadang, kalau tiada gunanya" lagu dari pelantun Rhoma Irama ini sudah terkenal seluruh kalangan masyarakat, kakek-nenek, bapak2-ibu2, dewasa, remaja, anak2, bahkan balita, kecuali bayi,  ada  banyak benernya. sangat banyak.
banyak yang bilang kalau begadang itu disebut dengan "bom waktu" :O
jam tidur yang paling oke itu jam berapa sih? oke pertanyaan ini muncul pada orang yang peduli pada kesehatannya, tapi orang yang begadang akan bertanya berapa jam sih kita wajib tidur, jika dijawab 6-7 jam maka dia akan berkesimpulan, ohh jam 2pagi-jam 8pagi ajalah, yang penting 6 jam apalagi kalau besoknya itu adalah hari libur, maka itu terasa surga banget, terjadilah semua kegiatan nge-youtube, twitter, chatting, browsing etc lebih ditingkatkan jamnya. anyway kalangan yang paling banyak begadang masa kini itu biasanya REMAJA  karena apa? Cyberspace atau lebih dikenal dengan Dunia Maya, internetaaaann.
jujur saya sendiri 'agak' sering begadang, dan masih salah menafsirkan arti begadang, yaitu ga boleh kalau ga ada gunanya, sering saya membela diri dengan ucapan "lha, saya kan ngeyoutube (ini nih yang paling sering bikin saya ga sadar waktu, padahal dilepikan ada jam, alesan bah. haha pokoknya kalau udah main ke youtube itu rasanya udah ga mau berenti, youtube segalanya dah) belajar, mbaca jurnal, berita, twitter, chatting(yang pada dasarnya emang ga berguna) " tapi mau kata apalagi , pengen belajar sciene? ada. astronomi? banyak. gitar? lewat. dengerin syeikh2 dunia? ada bin banyak. dan segalanya. titik. trus cyberspace? kalau mau sampai jungkir balikmah enakan pakai wi-fi. yakin deh, dan inilah yang terjadi gegara sekarang dirumah masang wifi, ehhhh internetannya sampai jungkir balik beneran, mbaca jurnal belahan dunia pun aksesnya kencang, apalagi saat tengah malam gini nih. huahaha.
tapi 'kadang' rasa takut begadang itu muncul (dan masih suka kesel kok perasaan takut begadang itu hanya kadang saja datangnya) :") karena saya masih saja 'sering' untuk bega.... yahh begitulah.
padahal saya serrrrrrriiiing banget tetiba dapat web yang sering ngasih wejangan bahaya Begadang. fuuuuhhh *kemudian mengheningkan cipta* lholho
sekedar berbagi informasi, tubuh kita yang isinya organ-organ itu punya jam-jam tertentu untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.
pertanyaannya adalah jam-jam berapa sih dikategorikan begadang? boleh saya jawab? yaitu jam 11PM keatas. kenaphaaa? karena pada jam 11PM-1AM itu si jantung lagi lemah-lemahnya, makanya kita WA-JI-Bun untuk tidur, istirahat. kalau-kalau masih melakukan aktifitas otot jantungnya bisa lemah, bisa apa? Lemah. #pintarr
sudah cukup sampai situkah biasanya kita begadang? saya pikir enggak, biasanya ada yang lanjut atau lebih jam 1 AM, dan tahukah temen2 bahwa jam 1AM sampai 3AM itu tugasnya si hati, atau gaulnya hepar.apasih fungsinya hepar? yaitu menyaring racun-racun, dan jam 1-3AM itu si hepar sedang melakukan pembuangan *yaikks etssss. hehe dihepar terjadi pembuangan racun, limbah hasil dari metabolisme tubuh kita. dan tahukah temen2 bahwa sering begadang menyebabkan radang pada hepar, ya heparnya jadi sakit *kasiaaaan :') #kemudianpelukHeparmaka setelah nulis catetan waras ini saya takut lagi untuk begadang, tolong saya didoakan yaaa. saya akan mendoakan teman2 semua juga agar diberi hidayah, agar kita, saya, anda semua untuk tidak begadang lagi, salam dari saya disini, untuk anda semua disana, Cyberspace :)




Makassar 26 menjelang 27 Maret '13

Thursday, March 14, 2013

Maret

"Sama. 14 maret juga, cuman bedanya 2010 barru on the road dan 2013 otw kasur @syhmnaaa @mutiol huehe, deskripsikan sendiri anvr ini :') wkw"

setelah vacum lama banget dari dunia blog-blog etc, akhirnya saya kembali lagi. entahlah kenapa tiba-tiba hilang begitu aja, tanpa pamit terlebih dahulu.

berbicara tentang judul diatas mungkin maret itu sangat berarti banget buat saya terutama,
dan kenapa harus maret? don't know why, me too

actually, catetan maret ini sebenarnya tidak begitu penting karena saya tidak akan memberikan masukan, kritik, share atau apapun hal itu yang sering saya lakukan diblog saya.
kayaknya dari tadi pertanyaan kenapa maret belum terjawab deh tapi jika anda lebih sedikit kepo-in postingan lama yaaa mungkin sedikit membantu. intinya saya gausah panjang lebar kenapa haru Maret


maret 14 Maret 2010 saya masih bocah 13 tahun yang tidak tahu apa-apa ikut belajar, belajar. iyaa belajar, meski anda katakan tentu saja belajar kan sekolah. tapi tidak pada saya tepatnya 12 april 2010 memutuskan untuk resign dari sekolah, keluar, lama-lama saya belajar ini-itu (yang jika dideskripsikan mungkin keyboar lepi saya akan menipis, hehe), dan ga kerasa sudah 3 tahun. and then apakah ada yang berubah?
sure. pasti ada, malah saya merasakan nya sendiri, lebih berbeda.

bukan apa-apa yang ingin saya sampaikan disini, tapi hanya satu saja pesan yang mungkin membantu teman semua, bahwa hidup itu harus mempunyai Visi, dan visi ini pun sudah seriiiiiiing banget saya senggol didalam blog saya. sangat sering, mengapa? karena penting nya visi itu.


sekian dari saya,


makassar, 14 maret 2013


Wednesday, September 5, 2012

wahai para..

smoker(s).
akhiran ini sering dengar akuan orang-orang perokok, bahwasannya merokok itu katanya sudah menjadi teman mereka.
percayalah, awal dari merokok itu pasti (Insya Allah) bermula dari teman juga, ya terjerumuskan oleh teman hingga akhirnya para perokok menganggap bahwa Rokok-yang benda mati serta mematikan itu adalah teman mereka yang mungkin juga bisa diibaratkan teman setia. setia mempercepat kematian temennya. Rokok, yang mana sudah jelas terpampang di bungkusnya akibat dari merokok, gangguan jantung, kehamilan dsb yang buruk-buruk dah. naudzubillah.
kalau kata remaja mengapa mereka merokok? mereka akan menjawab "yaahh biar gaul-lah"
sedang jawaban dari bapak2 menuju kakek2 itu, "mau di apa lagi nak, (heuheue) kalau sudah kebiasaan, biasanya sudah niat mau ninggalin rokok tapi ngga bisa, tersiksa"
nah, itu tersiksa, tersiksa dari mana kalau ngga ngerokok? inikah yang dibilang kecanduan?
untuk teman se-remaja, gaul itu ngga mesti bergaul dengan rokok, gaul kalian sekarang itu beda, gaul dewasa itu bukan dengan mengikutkan rokok dalam pergaulan.
oiya just info buat semuanya pemilik salah satu pabrik rokok terbesar di indo itu ga merokok. ya, bisa dibayangkan si empunya pabrik lhooo. si empunya itu hidupnya dari mana? dari rokok yang dibeli orang2, ckck. *sila cek di google untuk berita ini*


ini ada percakapan sedikit dengan bapak-bapak perokok berat (anggap saja begini)

A : (saya) ; B (bapak-bapak) 45-anlah
A : bapak udah lama ngerokok nya?
B : oo iya, udah sejak remaja *kyaknya bagga banget tuh*
A : *kaguuum, ckckc lama banget* #kemudianhening mmmmm terus awlnya itu gmn pak?
B : awalnya? yaa saya ngumpul bareng teman2 yang ngerokok, dan karena suasana begitu saya jadi 'Ikut Nyoba' ga enak juga kalau teman-teman pada ngerokok terus saya enggak. #santaii
A : ngga enak gimana maksdunya? <-- dalam hati tapi.
                                          Udah. iya udah gini aja, bapaknya ngacir entah kemana
Rokok. barang yang dibakar pada ujungnya untuk kemudian dihisab asapnya lantas dikeluarkan lagi, mendingan ga usah ngisab rokok aja sekalian, setahu saya asapnya itu mengandung nikotin, Nikotin yang kalau masuk di tubuh kita nantinya dia akan ngerangsang zat kimia di otak yang mengakibatkan kecanduan. kemudian Zat kimia ini merangsang kelenjar adrenalin untuk memproduksi hormon yang mengganggu jantung .__.  akibatnya tekanan darah dan denyut jantung meningkat. (tapi kalau udah lama bisa menyebabkan denyut menjadi rendah, karena terjadinya pengerasan dinding pembuluh darah, sehingga darah yang dipompa ke jantung itu terhalang/tersendat ga bisa lewat gitu, yaa menyebabkan rendahnya pompa jantung/denyut, dibawah akan saya bahas lagi), terus di rokok itu  germanium oksida yang dapat merusakkan saluran pernafasan, menjadikan sebagian besar darah merah yang segar menjadi darah kotor, ya kotor *iuhhh* pada kebanyakan orang yang merokok itu dinding pembuluh darahnya cepat mengalami pengerasan, berkerak. mengapa? oksigen yang seharusnya diedarkan keseluruh tubuh dengan keadaan bersih itu bercampur dengan zat-zat aktif berbahaya yang terdapat didalam rokok-salah satunya, tetapi sebagian besar- Asap rokok juga mengandung Karbon Monoksida yang jika dihirup akan menggantikan fungsi Oksigen di sel – sel darah dan mengambil zat makanan dari jantung, otak, dan organ tubuh lain. pembuluh darah yang harusnya *seharusnya* bersih itu terhalang/tertutup/tersumbat oleh berbagai macam (kolesterol, trigliserid) dan bahkan asap rokok bisa menjadi salah satu pemicunya. bukan bisa lagi, tetapi memang (insya Allah)
saya ingin bertanya, apasih untungnya merokok?
okelah, selamat tinggal untuk teman setia kalian, wahai para smoker. teruntuk , Rokok
:)
nB: sains nya masih kacau, tolong koreksi kalau salah :')
                                                                                                     Makassar, 05 Agustus 2012
10.20 pm, salam untuk teman 
barumu yang akan datang :)    


Wednesday, July 18, 2012

16, 17, 18 Juli secara.. (maaf, inilah kenyataan)

salam ketemu, lagi
Assalamu'alaikum..

Saya akan menceritakan kegiatan selama 3 hari yg buat saya sebel, kesel, dan wtf lah.

3 hari yg di mana harus bener2 menerima bahwa betapa sangat sangat mundurnya pendidikan di Indonesia ini, sangat. Mungkin kalau kalian scroll lebih jauh isi blog saya ini leebih banyak pertentangan 'komentar' tentang pendidikan di Indonesia ini. Sebelumnya saya juga sempat menuliskan bahwa tidak pentingnya arti sebuah Ijazah :) dan karena alasan yang sama sekali ga bisa untuk tidak itu saya dengan terpaksa, harus dengan berat hati untuk mengambil Ijazah juga. Melalui ujian paket, B. Dengan hiburan hati bahwa " gpp lah, nyari pengalaman buat diceritain" alhasil, ternyata bener saya mendapat bahan cerita alias fakta tentang bahwa benar sebenar-benarnya terpuruknya "sistem" pendidikan saat ini.

Disinilah, kisah bermulai.

16 juli 2012..

Yang harusnya saya melakukan hari dengan gembira itu, dengan terpaksa saya harus memendam perasaan yang terus menerus berkata, "kenapa harus saya? Kenapa harus punya Ijazah? Kenapa saya harus baca soal, melingkar2i kertas?" dengan ngat-sangat akhirnya saya pergi juga ketempat ujian.

Sesampainya disana, saya bersyukur "saya terlambat," haha luar biasa senangnya kalau disuruh untuk keluar, tapi, Allah berkehendak lain, saya masuk ke kelas.

Singkat cerita, saat membaca soal (yang waktu itu PKN) alhamdulillah dengan lancar mencentang di lembar soal, padahal dengan modal 'baca koran', serta berita2 di 'Internet', saya beneran ga pernah baca2 secara konteks mengenai PKN dsb.

Asyik bergelut dengan soal, dan saya terlena untuk membundar-bundari lembar soal, akhirnya sebagian (bahkan hampir seluruhnya) sudah saya bundari kertas jawaban, ehhh tetiba datang orang-orang dalam (istilahnya) nyamperin saya (yang sebelumnya sudah memarahi teman sebelah karena mengisi jawaban) "eh, sdh dpt kunci jawaban?" untuk hal ini hanya satu yang bisa kulakukan, Diam. Masih dalam diam si ibu itu kembali bertanya. "ada jawabannya?" lalu dengan pelan kutatap matanya "ada bu" nunjuk lembar jawaban saya. "loh, dari manan awas salah2 kunci, belum selesaai dikerja jawabannya" dengan nada marah. "saya jawab sendiri bu" saya jawab dengan sedikit santai "hehe" ketawa sinis si ibu. "kau pintar kah?" tiba2 saya merasakan diketawai seisi kelas.

Whats going on? Ngejawab sendiri ujian itu dibilang sok pintar? Bu, saya ini bukan gak lulus UN saya ini belajar juga, kalau belajar pelajaran menuju kurikulum yang selama ini digunakan, saya gak bisa inovasi, sempit sekali. Kenapa masalah kecil, tentang musyawarah kampung aja pakai dijadiin soal? Itukan pengalamn, praktekin insya Allah ilmunya dapat, pahala juga dapat. Masalah bercocok tanam buah2an juga dijadiin soal, tempat mana yang cocok ditanami buah? Dataran rendah, tinggi?

Semua itu, sering kok diberitain, dikoran, internet, masalah kampungkah desa, transmigrasi dsb. Sempit sekali.

Oke. Cukup. Jam kedua itu Bahasa Indonesia.

Yang anehnya aja nih, masa tetep gaboleh jawab sendiri, dengan cuek lembar soal tetap kulingkari dengan jawaban sendiri dan lagi2 ibu2 itu datang lagi, kayaknya saya menjadi sasaransi ibu langsung menuju ke meja saya dan melihat lembarsoal. "sudah dapat kuncikah" sergapnya langsung. "ini," tunjuk saya kesoal "udah bu"

"sudah masuk smsnya?" tanyanya.

"sms? Engga" rasanya saya mau teriak ngapain pakai kunci, soalnya ini begitu, -maaf. Mudah. Bayangin ga, soalnya kebanyakan lengkapi isi surat, pengumuman yang pas untuk wacana diatas, penulisan nama penulis buku yang benar.

Kalau sering 'membaca' pasti anda semua dengan lancar menjawab soal2 Bahasa Indonesia tersebut, haduhh, Indonesia, ck.

17 Juli 2012.,

seperti kemaren saya datang terlambat juga. Kartu nyuruh datang jam 13 saya datangnya 13.38. Aplus. Prokprok.

Memasuki suasana kelas itu begitu hening, ada yang tiduran diatas meja tangan dijadiin bantal, saya heran, karena keheranan itu kayaknya udah biasa, maka saya menjadi biasa saja #apasih

yap, jam pertama IPS, dari rumah saya udah make baju yang berkancing kalau-kalau ada soal tentang UUD.

Selesai ngisi biodata dilembar jawaban saya baru sadar kalau mengapa suasana kelas adem ayam, tangan ga gerak untuk melingkari kertas jawaban, gada suara kertas bolak balik soal, ternyata ohh ternyata kunci belum keluar. Masya Allah, saya mengetahui ketika si ibuibu datang dengan mimik pasrah "jawaban ada yang kalian tau? Tunggu ya, soalnya agak rumit"

saya diam, menatap soal dengan telinga bersiaga ke ibuibu itu.

Benar saja, ada 4-5 soal yang tidak saya tau, karena memakai singkatan dan sebelnya lagi para pengawasnya gak tau juga apa arti singkatan itu. Wogh.

Tapi, untung pernah baca kalau2 ada kasus lalu kita mentok tapi ada optionnya, maka pilihlah option yang dianggap paling Beda. Dibantu dengan kancing, kulingkari juga lembaran itu,sebelumnya pengawas sempat datang kemeja saya, dan mengatakan bahwa "jangan sepenuhnya liat kunci, krn hanya 25 soal yang benar" katanya, "ohh engga kok pak" jawabku dengan hampiir santai. "udah dpt kuncikan?" bingung si bapak, coba cek hp" lanjutnya.

Wah, engga pak, hp saya lowbatt pak" jawabku, memang nyatanya hp saya hampir mati krn low, jadi saya matiin aja sekalian.

Singkat cerita pelajaran ke dua MTK dan alhamdulillah, insya Allah gampang. Dan masih tetep aja ada kunci. Wogh, "Sistem"

18 juli 2012..
Kali ini saya mengikuti ujian IPA yang mana lagi saya di beritahu bahwa "heee ndak usah kamu bolak balik soalnya, karena ndak ada yang kamu tau, tunggu saja" untuk hal ini kayaknya saya sudah menjadi biasa, dan hari ini tetep aja ada kunci jawaban.
Tapi saya bener sakit hati, karena sistem yang menyedihkan ini.
Mecoba pak, masa saya datang hanya untuk lingkar lembar soal? Datang jauh2 ngejawab soal aja ga boleh, fiuhh!

Blak-blakan yang saya mau sampaikan disini, 3 tahun belajar-untuk smp, misalkan. Ini hanya diakhiri dengan lingkar-lingkari soal? Pelajaran juga sebenernya udah terfasilitasi, ada koran, bahkan akses internet lebih mudah saat ini, hp2 udah pada canggih, bisa browsing pelajaran, berita dimanapun berada, bahkan kalau mempunyai keingintahuan yang tinggi itu membaca pun bisa ditoilet, bisa.

Kalau sekolah hanya untuk ambil ijazah mah, aduuuhh, kalau untuk dapat gelar sih..

Sadar gak sadar biasanya saya ngumpul bareng mbak2 kece itu kembali mbahas pendidikan.

Seperti yang saya sebutkan tadi contoh soal2nya. Dan lagi seteelah itu ilmunya mau dipakai apa?

Dan lagi, saya sedih banget untuk dapat nilai duniawi khususnya ijazah aja sampai pake kunci jawaban, haduuh. Bukan hanya paket aja yang pake kunci, UN pun pakai kunci, dan ini sangat membuat saya kaget, temen saya sendiri yang secara blak-blakan juga nyampein ke saya bahwa dia dpt kunci jawaban itu dr Om nya.

Well, kejujuran itu penting, siapa yang berkata lalu ingkar itu disebut Munafik, nah pada zaman Umar bin Khattab itu orang yg munafik akan ditebas lehernya, Naudzubillah kawan.

Hanya sharing aja, seputar ujian paket ini, yang bener2 buat saya Stress. Capek. Dan sebagainya.

Untuk baca2 bisa scroll kebawah ada versi Blak2an pendidikan, diblog saya juga.

Syukron, terimakasih. Sudah menyiapkan waktunya mbaca tulisan saya ini, bisa dibilang berupa singgungan, pengalaman, kisah. Memang tulisan ini untuk menyinggung, agar yang

baca tersungging.



Makassar, 16-18 juli 2012
Nun Adenin, 15 menuju 16 tahun

Monday, July 16, 2012

limaaa bell.....


assalamu'alaikumm {}
hello,good bye to my young old T.T meski sebenernya saya males kata "ciyeee 16" tapi apa daya saya ngga punya kemampuan memutar balikkan umur, well dari kata pertama untuk 16 ini saya ngucapin dengan sangat sedih, bye 15 :"saya tau bahwa tidak banyak target umur 15 yang tercapai, minta doanya target yang belum terealisi bisa tercapai dengan sesegera mungkin. Amin
kayaknya baru kemaren 14 tahun,ehh tautau udah 16 >w< saya minta doa yang baik-baik aja deh, dari temen-temen semua :)
tapi makin nambah umur ini kayaknya berasa makin sedih, makin berasa tuaaa >,< dengan demikian jatah hidup makin kurang. terimakasih yang sebesar-besarnya
untuk Ke-2 orang tua saya, Mama dan Papa, the best parents {} untuk saudara2 oenyoekoe =3 makaaaasssiiiihhh y're thye best sist bro too!
untuk orang tua di pintu Civilization :) untuk Mbak2 kece, penyemangat hidup :p di gerbang peradaban-pun. ad-dua hadzal yaum, insya Allah ana daaiman ma'akum :'))
untuk teman2 semuaa :D untuk adik2 di dzu an-nuroin, semoga ga usil lagi deeeehh~
jika syukur lebih besar dari pada cinta, izinkan aku bersyukur jiddan, diberikan bersama kalian :) 1
terimakassssiiiihhh!
pagi-pagi ngga pagi buta amat, saya ditelf sama Mbak Ina, Mbak Muthia, dan Mbak Eka, ditelf what? nagih traktiran, bahiklah! akhirnya jajan nasi kuning *anggap aja tumpeng :p*
saat selesai makan itu saya agak kaget juga mendapati wippy di dlm plastik, kayak untuk hiasan kue gitu, tapi bener deh ga nyangka seperti di simsalabim gitu eehhh ternyata ada Kue-nya.
:") makasihhhhhhhhhhhh lagi-gi-gi-gi-gi  untuk semuanyaaaaa~ kuenya enaaakkk <3
dan makin 'agak' terharu lagi pas tau kalian buatnya sampai jam 11. oke ini agak lebay :P
karena urusan pendidikan yang buat saya Mati itu, saya berhalangan untuk langsung menyaksikan pemotongan kue itu :" haha~  la ba'sa-laahh *lebaayy~
-1 new message-"kuenya udah habis nin, gapapa yaa? dibacain doa tadi :)" hihi
syukron jiddan! Li Al-uwla
:D
1Tasaro

Sunday, June 3, 2012

blak-blakan pendidikan

gak tau harus mulai dari mana, sesuai dengan judulnya, saya akan membahas tentang pendidikan di negara ini, Indonesia. murni, ini pemikiran tanggapan saya. ga maksud ada pencucian otak. saya, di usia 15 sekarang, dan sekarang udah gak sekolah lagi, sedari umur saya 13 kurang 3 bulan. saya bukan DO, saya bukan males tapi saya resign dari sekolah.
mungkin ga perlu saya jelasin dengan detail mengenai awal resign dari sekolah, yang bakal saya singgung disini hanya kulit-kulitnya doang.

sewaktu saya smp kelas 2 semester 2, umur 13 tahun. saya kembali aktif sholat di masjid (ciyee) masalah sholat di masjid ini sih udah lama saya lakoni, yaa mungkin dari 3 sd, berhubung temen sd saya juga ada yang rajin ke masjid :) nah, setelah habits lama itu bersemi kembali saya dengan sendiri nya 'disadarin' bapak waktu itu untuk ngikut menghafal qur'an bersama di masjid ba'da subuh. setelah ikut ngaji, ngafal akhirnya si bapak sama temen-temennya diskusi tentang gimana pendidikan saat ini, begini dan begitu *gaperlu detail kali yaaa* akhirnya berhentilah saya (baca : Resign)  bersama si akbro (adik kelas di sd, yg juga sama-sama menghafal di masjid, saat itu dia smp kelas 1) dan ke-2 mbak-mbak-ku yang sama-sama waras, kami resign dari sekolah masing2, kelas 1 SMA umur mereka ber-2 itu sama, 15 tahun pada waktu itu (2010), entah keberanian apa yang kami pilih untuk resign dari sekolah masing-masing padahal 'kami' hanya mengikuti pertemuan itu selama 3 hari, -yaa pertemuan 'pengsadaran' pendidikan sekarang- dan ketika hari Ahad kami ditanyain pada mau sekolah dimana senin besok, dengan kompak dan kepolosan, serta ketidakraguan  dengan otak yang jernih kami mantap menjawab 'DISINI' di masjid, di rumah, taman ataupun apa, kami siap berkelana :P

*kayaknya kita mulai masuk segmen awal ini* sebelumnya sya minta maaf kalau ada yang ter sungging singgung, cerita (pengalaman) ini beneran real nyata dan hidup. oke selamat membaca, sebelumnya siapin air, buat sembur lepi kalau ada bentuk keprotesan. eh garing ya. yodah.

saya langsung aja kali blak-blakan pendidikan, sering saya nyari jurnal-jurnal di internet dan pernah terpesona dengan judulnya yang sampai saat ini masih membuat bingung, bayangin orang-orang yang kuliah lama-lama, belajar ini-itu, ehh hasil akhir dari tugasnya atau biasa disebut skripsi adalah "Analisa Zat Pewarna Pada Sirup"  itu, ya Allah, sewaktu saya liat bisa dikata, shock. apa gak cukup di baca aja di google? kalian 
ga percaya kalau itu beneran? coba deh nyari "contoh skripsi" di google dan temukan, masih banyak kok skripsi untuk dapat S1, judul dan isinya kaya gitu, nyaris sama. mirip. maaf sekali lagi tapi saya disini mau ngungkapin tanda tanya besar, dan lagi gimana coba lama-lama jauh belajar, tk sd smp sma ehh kuliah malah milih sastra Bahasa Indonesia? sastra, oke, kita hidup di indonesia yang sangat menanamkan Pancasila, menanankan kebebasan yang di atur oleh UUD. bahasa indonesia itu penting, indah, tapi ya, kalau kuliah bahasa indonesia mau di apain lagi? sastra yang baik itu praktekin aja bahasa indonesia, penerapan berbahasa yang baik cukup dengan kebiasaan bukan? dibutuhkan kejiwaan untuk mendalami sastra. sekolah lama-lama untuk sastra aja bikin pusing. :P uu ya Allah, gimana juga coba, pernah ngebayangin kuliah Farmasi tapi ga pernah pegang alat-alat farmasi? katanya sih neliti, neliti juga peneliatian punya orang. apa ga repot nanti ilmunya kegantung gitu? kasian kan udah 'kita'/kamu disini belajar giat tentang farmasi, hasil skripsi juga tiruan skripsi orang-orang terdahulu, lihat daftar pustakanya, kalau ga percaya. berarti intinya hanya menyalin apa yang ditangkap dari buku yang dibaca. kenapa tadi saya bilang kasian ilmunya digantung karena kenapa ga sekalian penelitian aja? pan kita udah punya banyak 'Teori' nah sekarang tinggal 'Praktek' dan yakin jawaban dasar dari penyataan ini pasti-lah Dana. "aduh, ilmu itu memang mahal" kalau kata-ku. saya disini diblog saya bukan ngerasa paling hebat diantara semua. tapi cukup nge-share aja beberapa point yang sangat penting.
sekali lagi kasian kita yang kuliah tapi gak pernah di ajarin ber-praktek-ria. karena dana. pikirkan ya, pemerintah ga geleng kepala pada saat dimintai anggaran perbaikan kota, tapi cukup berpikir banyak kali untuk anggaran biaya Alat dalam praktek diperkuliahan. gimana mau maju kalau anak bangsa mau praktek agar bisa menghasilkan suatu produk saja masih tertahan. sekali waktu saya juga sempat mikir, pada peradaban islam yang maju itu, orang yang ingin nuntut itu ga pakai biaya, ga ngeluarin biaya. kenapa kita sekarang ga nerapin aja contoh Rasulullah terdahulu? -kayaknya saya enak omongnya ye? afwan.


nah, sekarang saya  mau bertanya pada mbak mas kakak gimana rasanya kuliah? apa udah punya tujuan setelah ini? atau masih memikirkan kerja dimana mungkin?
kenapa mesti jauh berfikir? sedangkan kurikulum yang diberikan di kampus bahkan sekolah itu sama saja mungkin konsepnya, dari dulu sampai sekarang. "berarti kalau ga nyari tambahan ilmu, ilmu kita semua sama aja dong, kan yang diajarin juga sama. tapi kok ada yang hebat?"
"ya. tetapi yang membedakan hanya pemahaman dan penangkapan dalam pembelajaran, dan bisa jadi teman anda yang hebat itu tidak hanya mengikuti kurikulum pendidikan yang ada sekarang, berarti teman anda itu cerdas, paham bahwa pengembangan ilmu itu harus." bingung? berarti sy belum berhasil.*ehh

coba-lah melihat ke sekeliling, banyak orang yang berhasil, banyak. kebanyakan orang yang berhasil tsb kuliahnya itu ga sesuai dengan apa yang dilakoninya sekarang. beneran deh. 
sempet juga saya nulis curcol-an di twitter bahwa "yang menjanjikan itu bukan gelar, biar Allah saja yang memberikan kita gelar, orang yangber-ilmu dapat menaikkan derajat" coba juga ngebayangin *maaf saya suka nyuruh untuk ngebayang-bayang* sedih saya dengar pembantu tetangga sebelah rumah itu ternyata S1, ya, dia hebat punya gelar, tapi apa memiliki ilmu?

iya bener deh, serius ngapain coba jauh-jauh belajar ini dan itu? di pelajaaaaaaarrii semua sedangkan yang kepake cuman satu, "ii tapikan kita mau cari pengalaman" oke, pengalaman dalam belajar itu sangat penting, dan paling berharga, tentu saja mahal. kalau saya jawab begini "ya lu, belajar aja apa yang lu cita-citain apa yang ada di visi (jangan-jangan ada yang belum punya visi nih disini?:P) setelah itu lu belajar dengan tekun, fokus! bisa satu baru pindah yang lain. ibarat menghafal Al-Qur'an, satu Surah dulu setelah bener-bener mantap baru pindah ke Surah yang lain. Al-Qur'an aja turunnya ber-angsur-angsur gak langsung sekalian. gimana kita yang mau langsung belajar ini, belum kelar pengen lagi belajar itu. belum juga kelar mau nambah belajar babibu.
-one by one. selogan yang sering kita jumpai

sekarang ya coba, hitung berapa jumlah pendaftar ke kuliah-an dalama setahun? di universitas terbaik kota saya ini saja, mencapai 22.061 orang itu baru dari tahun 2011, nah sekarang ga mungkin semua bisa keterima, terus sisanya kemana dong? masa pengangguran lagi, "engga dong, kita daftar lagi" oiyaa daftar untuk tahun depan kan ya? baiklah, tapi apa coba anda berhitung lagi, apa tahun depan ga ada pendaftaryang lain? dan lagi ya, tahun yang bersamaan ribuan mahasiswa/i yang udah sarjana *cieeeee* dengan bersamaan pun mereka diwisuda, bersamaan keluar dari kampus mencari lapangan kerja tapi sayang ga bersamaan keterima di tempat kerja, atau bahasanya ada yang kantoran, ada yang pengangguran, sedih bukan? coba pikirkan gimana kalau yang pengangguran itu nerapin ilmunya disitu? buat apa kek yang berguna, alat misalnya, elektronik atau apa, yang berguna untuk semua. "kalau jurusannya ga teknik gimana?" ya itu sudah, visi dulu baru belajar kalau gini kan repot, tapi apa mau dikata, hidup udah panjang umur makin tua ga ada yang dihasilkan. sekarang belum terlambat, perkuat skill yang ada, pelan-pelan masuki ilmu yang anda ingin ketahui, kursus misalnya. bisa jadi alat atau apapun yang ingin anda buat itu membutuhkan skil khusus. yang penting jangan terus menerus menjadi konsumen, kita secara ga sadar udah dikontrol oleh elektronik, peradaban tepatnya. setelah banyak produk ga ada lagi pengangguran. iya. semua sibuk bekerja.
jadi manusia konsumen itu menyedihkan, bayangin mereka-mereka aja bisa membuat elektronik, alat dsb. dan kita? sedihnya lagi yang udah kuliah sekian tahun tapi ga menghasilkan 1 produk aja. karena sebelumnya 'belum' adanya rancangan tujuan dari kuliah itu sebenarnya, dan arah kemana setelah itu.

bagi saya dan temen-temen, pendidikan (di negara ini) berbelit-belit, harus ada ijazah-lah. yang ada angka-angka nya --tapi belum tentu itu asli, nyaris asli, bahkan sama sekali ga asli. kalian tau ijazah kan? pasti-lah, ijazah. satu kata yang menjadi incaran bak primadona, malang nasib mu jah (baca: ijazah) menjadi incaran, yang membuat pengincar bisa aja bahkan berbuat curang untuk memiliki-mu, ckck jah, kamu pernah mikir ga gimana nasib orang yang bener-bener merasa bodoh-bodohan sama ilmu tapi melihat angka yang tertulis di-dirimu itu bagus karena curang mungkin merasa dirinya biasa-biasa aja dengan 'NILAI' ga kasihan sama orang itu?! 
saya juga ga habis mikir gimana pemikiran orang-orang  nyang kalau angkanya tinggi di ijazah orang-orang pada memuji "weeettss nem nya berape?" ckck penanya yang cerdas itu yang bisa membuat para 'pengejar' ijazah itu kecele, ga maksud meng-ecelekan juga sih cuman biar kita tahu murni gaaaaa? misal, "ijazah lu nem nya sekian ya? ajarin saya dong, yang mtk pergabungan fisika itu gimana sih rumusnya kalau mencari volume yang menguap dalam seper menit dalam ruang sekian? terus bahasa indonesia yang nemuin siapa/pemakai pertama? sejarahnya kaya apa? kok bisa berubah ya yang dulunya kata Jang dan sekarang adalah Yang? oiya, mata itu membutuhkan vit.A kan? terus kandungan asam amino di retina apa yah? dan rumus bangun asam aminonya apa, apa kaitannya dengan vit.A atau sama aja?
nah, gitu kalau cerdas (ehhh)

mbak Ina cerita, baru-baru ini main ke Restorant disebuah mall *novel banget* resto itu terbilang mahal, yaa sampai si mbak ina ini minumnya aja milih teh botol. mbak ina melihat 2 orang yang ditaksir umurnya kira-kira seusia saya, 15 tahunan, duduk dimeja yang disediakan untuk 4 orang, berhubung 2 kursi lainnya ga ada penghunia si 2 orang anak 15 tahun dengan enteng ngangkat kaki dikursi yang tak berpenghuni. ckck setelah itu masing-masing tenang, terlihat ga begitu berisik sih, hanya sibuk dengan gadget masing-masing. ngebyangin ga lepi macbook terbuka dengan lebar diatasmeja, sedang si pemilik sibuk dengan gadget lain iPad ditangan. ckck stelah itu mereka mesen juice yang mahal itu dan kemudian lagi dengan ga mikir sopan santun manggil mbak-mbak penjual minta bill. ga malu sama ibu-ibu yang jalan dengan sendirinya ke kasir. oke ini norak menurut anda-anda yang baca tapi coba pikir dengan pikiran jernih, gimana sangat hedonnya negara saat ini, dimana juga sopan santun yang terletak pada diri bangsa ini? ini aja baru 2 orang di sebuah resto? gimana kalau semua anak sekolah kelakuannya kaya gini? boros, hedon ga sopan, apa ga sedih ngebayangin gimana nantinya? masih banyak kali kelakuan anak sekolah smp/sma yang kelakuannya seperti itu. di Mall-Mall sangat banyak, dengan gampangnya ngabisin duit orang tua. ini semua perbuatan sia-sia karena apa? karena mereka hanya mikir untuk 'Membeli' sama sekali ga terlintas dipikiran bahwa 'Saya Harus Membuat' tidak, kalau tidak percaya coba aja tanya sendiri. pada diri andalah dulu, tanyalah.

 pelajaran itu ga berlangsung lama tinggal dikepala, menghilang dengan sendirinya. kenapfa? disekolahan, maaf. sistem maksdunya, kita ga diajarin penerapan ilmu, kok saya harus belajar ini? lho ini dipelajarin untuk apa? pelajaran ini digunakan sebagai apa? dan kita ga langsung menggunakannya. disimpan aja terus, mau sampai kapan?
tanya orang tua anda, pelajaran apa yang diingat pas smp? ingat? yakin ga semua diingat dengan sempurna bahkan gada sama sekali, kenapa? karena itu tadi, ga adanya penerapan ilmu, seperti yang saya bilang tadi, di pelajariiii aja semua, lantas ga ada yang diterapin satu-pun, dengan sempurna pun pelajaran itu akan hilang dengan berjalannya waktu, sang ilmu merasa ga dibutuhin, lebiih baik pergi katanya ketimbang sama sekali ga pernah di singgung-singgung tentang dirinya:)

kawan yang budiman maaf banget kalau ada kata yang kurang baik. dan jika ada hikmah Alhamdulillah ambillah. kebaikan semuanya dari Allah. semoga kita semua selamat dunia dan akhirat. ilmu yang berkah juga yang dipakai berjuang dijalan Allah.

mengubah suatu pendidikan yang sudah kaku ini, tentu bukan lah hal yang mudah. kita harus merubah sistem, tidak menyalahkan pendidikan sekarang. Sistem.
ubahlah dari diri, keluarga, sahabat, baru mengajak kalangan yang lain. sekian dari Nun Adenin, saya diisni sekali lagi bukan yang paling hebat, bukan yang paling 'WAW' selagi masih waras, saya mau menyampaikan ini semua. murni kita juga ga memberontak ke pemerentah tentang pendidikan. biarkan kami membuatnya/membangun nya dulu, agar menjadi contoh kepada yang lain. susah kalau terlalu banyak protes sana-sini sedang diri sendiri masih asyik bergelut dengan keprotesannya.

Makassar, 03 Juni 2012
10.31 pm dimeja panjang