Sunday, June 3, 2012

blak-blakan pendidikan

gak tau harus mulai dari mana, sesuai dengan judulnya, saya akan membahas tentang pendidikan di negara ini, Indonesia. murni, ini pemikiran tanggapan saya. ga maksud ada pencucian otak. saya, di usia 15 sekarang, dan sekarang udah gak sekolah lagi, sedari umur saya 13 kurang 3 bulan. saya bukan DO, saya bukan males tapi saya resign dari sekolah.
mungkin ga perlu saya jelasin dengan detail mengenai awal resign dari sekolah, yang bakal saya singgung disini hanya kulit-kulitnya doang.

sewaktu saya smp kelas 2 semester 2, umur 13 tahun. saya kembali aktif sholat di masjid (ciyee) masalah sholat di masjid ini sih udah lama saya lakoni, yaa mungkin dari 3 sd, berhubung temen sd saya juga ada yang rajin ke masjid :) nah, setelah habits lama itu bersemi kembali saya dengan sendiri nya 'disadarin' bapak waktu itu untuk ngikut menghafal qur'an bersama di masjid ba'da subuh. setelah ikut ngaji, ngafal akhirnya si bapak sama temen-temennya diskusi tentang gimana pendidikan saat ini, begini dan begitu *gaperlu detail kali yaaa* akhirnya berhentilah saya (baca : Resign)  bersama si akbro (adik kelas di sd, yg juga sama-sama menghafal di masjid, saat itu dia smp kelas 1) dan ke-2 mbak-mbak-ku yang sama-sama waras, kami resign dari sekolah masing2, kelas 1 SMA umur mereka ber-2 itu sama, 15 tahun pada waktu itu (2010), entah keberanian apa yang kami pilih untuk resign dari sekolah masing-masing padahal 'kami' hanya mengikuti pertemuan itu selama 3 hari, -yaa pertemuan 'pengsadaran' pendidikan sekarang- dan ketika hari Ahad kami ditanyain pada mau sekolah dimana senin besok, dengan kompak dan kepolosan, serta ketidakraguan  dengan otak yang jernih kami mantap menjawab 'DISINI' di masjid, di rumah, taman ataupun apa, kami siap berkelana :P

*kayaknya kita mulai masuk segmen awal ini* sebelumnya sya minta maaf kalau ada yang ter sungging singgung, cerita (pengalaman) ini beneran real nyata dan hidup. oke selamat membaca, sebelumnya siapin air, buat sembur lepi kalau ada bentuk keprotesan. eh garing ya. yodah.

saya langsung aja kali blak-blakan pendidikan, sering saya nyari jurnal-jurnal di internet dan pernah terpesona dengan judulnya yang sampai saat ini masih membuat bingung, bayangin orang-orang yang kuliah lama-lama, belajar ini-itu, ehh hasil akhir dari tugasnya atau biasa disebut skripsi adalah "Analisa Zat Pewarna Pada Sirup"  itu, ya Allah, sewaktu saya liat bisa dikata, shock. apa gak cukup di baca aja di google? kalian 
ga percaya kalau itu beneran? coba deh nyari "contoh skripsi" di google dan temukan, masih banyak kok skripsi untuk dapat S1, judul dan isinya kaya gitu, nyaris sama. mirip. maaf sekali lagi tapi saya disini mau ngungkapin tanda tanya besar, dan lagi gimana coba lama-lama jauh belajar, tk sd smp sma ehh kuliah malah milih sastra Bahasa Indonesia? sastra, oke, kita hidup di indonesia yang sangat menanamkan Pancasila, menanankan kebebasan yang di atur oleh UUD. bahasa indonesia itu penting, indah, tapi ya, kalau kuliah bahasa indonesia mau di apain lagi? sastra yang baik itu praktekin aja bahasa indonesia, penerapan berbahasa yang baik cukup dengan kebiasaan bukan? dibutuhkan kejiwaan untuk mendalami sastra. sekolah lama-lama untuk sastra aja bikin pusing. :P uu ya Allah, gimana juga coba, pernah ngebayangin kuliah Farmasi tapi ga pernah pegang alat-alat farmasi? katanya sih neliti, neliti juga peneliatian punya orang. apa ga repot nanti ilmunya kegantung gitu? kasian kan udah 'kita'/kamu disini belajar giat tentang farmasi, hasil skripsi juga tiruan skripsi orang-orang terdahulu, lihat daftar pustakanya, kalau ga percaya. berarti intinya hanya menyalin apa yang ditangkap dari buku yang dibaca. kenapa tadi saya bilang kasian ilmunya digantung karena kenapa ga sekalian penelitian aja? pan kita udah punya banyak 'Teori' nah sekarang tinggal 'Praktek' dan yakin jawaban dasar dari penyataan ini pasti-lah Dana. "aduh, ilmu itu memang mahal" kalau kata-ku. saya disini diblog saya bukan ngerasa paling hebat diantara semua. tapi cukup nge-share aja beberapa point yang sangat penting.
sekali lagi kasian kita yang kuliah tapi gak pernah di ajarin ber-praktek-ria. karena dana. pikirkan ya, pemerintah ga geleng kepala pada saat dimintai anggaran perbaikan kota, tapi cukup berpikir banyak kali untuk anggaran biaya Alat dalam praktek diperkuliahan. gimana mau maju kalau anak bangsa mau praktek agar bisa menghasilkan suatu produk saja masih tertahan. sekali waktu saya juga sempat mikir, pada peradaban islam yang maju itu, orang yang ingin nuntut itu ga pakai biaya, ga ngeluarin biaya. kenapa kita sekarang ga nerapin aja contoh Rasulullah terdahulu? -kayaknya saya enak omongnya ye? afwan.


nah, sekarang saya  mau bertanya pada mbak mas kakak gimana rasanya kuliah? apa udah punya tujuan setelah ini? atau masih memikirkan kerja dimana mungkin?
kenapa mesti jauh berfikir? sedangkan kurikulum yang diberikan di kampus bahkan sekolah itu sama saja mungkin konsepnya, dari dulu sampai sekarang. "berarti kalau ga nyari tambahan ilmu, ilmu kita semua sama aja dong, kan yang diajarin juga sama. tapi kok ada yang hebat?"
"ya. tetapi yang membedakan hanya pemahaman dan penangkapan dalam pembelajaran, dan bisa jadi teman anda yang hebat itu tidak hanya mengikuti kurikulum pendidikan yang ada sekarang, berarti teman anda itu cerdas, paham bahwa pengembangan ilmu itu harus." bingung? berarti sy belum berhasil.*ehh

coba-lah melihat ke sekeliling, banyak orang yang berhasil, banyak. kebanyakan orang yang berhasil tsb kuliahnya itu ga sesuai dengan apa yang dilakoninya sekarang. beneran deh. 
sempet juga saya nulis curcol-an di twitter bahwa "yang menjanjikan itu bukan gelar, biar Allah saja yang memberikan kita gelar, orang yangber-ilmu dapat menaikkan derajat" coba juga ngebayangin *maaf saya suka nyuruh untuk ngebayang-bayang* sedih saya dengar pembantu tetangga sebelah rumah itu ternyata S1, ya, dia hebat punya gelar, tapi apa memiliki ilmu?

iya bener deh, serius ngapain coba jauh-jauh belajar ini dan itu? di pelajaaaaaaarrii semua sedangkan yang kepake cuman satu, "ii tapikan kita mau cari pengalaman" oke, pengalaman dalam belajar itu sangat penting, dan paling berharga, tentu saja mahal. kalau saya jawab begini "ya lu, belajar aja apa yang lu cita-citain apa yang ada di visi (jangan-jangan ada yang belum punya visi nih disini?:P) setelah itu lu belajar dengan tekun, fokus! bisa satu baru pindah yang lain. ibarat menghafal Al-Qur'an, satu Surah dulu setelah bener-bener mantap baru pindah ke Surah yang lain. Al-Qur'an aja turunnya ber-angsur-angsur gak langsung sekalian. gimana kita yang mau langsung belajar ini, belum kelar pengen lagi belajar itu. belum juga kelar mau nambah belajar babibu.
-one by one. selogan yang sering kita jumpai

sekarang ya coba, hitung berapa jumlah pendaftar ke kuliah-an dalama setahun? di universitas terbaik kota saya ini saja, mencapai 22.061 orang itu baru dari tahun 2011, nah sekarang ga mungkin semua bisa keterima, terus sisanya kemana dong? masa pengangguran lagi, "engga dong, kita daftar lagi" oiyaa daftar untuk tahun depan kan ya? baiklah, tapi apa coba anda berhitung lagi, apa tahun depan ga ada pendaftaryang lain? dan lagi ya, tahun yang bersamaan ribuan mahasiswa/i yang udah sarjana *cieeeee* dengan bersamaan pun mereka diwisuda, bersamaan keluar dari kampus mencari lapangan kerja tapi sayang ga bersamaan keterima di tempat kerja, atau bahasanya ada yang kantoran, ada yang pengangguran, sedih bukan? coba pikirkan gimana kalau yang pengangguran itu nerapin ilmunya disitu? buat apa kek yang berguna, alat misalnya, elektronik atau apa, yang berguna untuk semua. "kalau jurusannya ga teknik gimana?" ya itu sudah, visi dulu baru belajar kalau gini kan repot, tapi apa mau dikata, hidup udah panjang umur makin tua ga ada yang dihasilkan. sekarang belum terlambat, perkuat skill yang ada, pelan-pelan masuki ilmu yang anda ingin ketahui, kursus misalnya. bisa jadi alat atau apapun yang ingin anda buat itu membutuhkan skil khusus. yang penting jangan terus menerus menjadi konsumen, kita secara ga sadar udah dikontrol oleh elektronik, peradaban tepatnya. setelah banyak produk ga ada lagi pengangguran. iya. semua sibuk bekerja.
jadi manusia konsumen itu menyedihkan, bayangin mereka-mereka aja bisa membuat elektronik, alat dsb. dan kita? sedihnya lagi yang udah kuliah sekian tahun tapi ga menghasilkan 1 produk aja. karena sebelumnya 'belum' adanya rancangan tujuan dari kuliah itu sebenarnya, dan arah kemana setelah itu.

bagi saya dan temen-temen, pendidikan (di negara ini) berbelit-belit, harus ada ijazah-lah. yang ada angka-angka nya --tapi belum tentu itu asli, nyaris asli, bahkan sama sekali ga asli. kalian tau ijazah kan? pasti-lah, ijazah. satu kata yang menjadi incaran bak primadona, malang nasib mu jah (baca: ijazah) menjadi incaran, yang membuat pengincar bisa aja bahkan berbuat curang untuk memiliki-mu, ckck jah, kamu pernah mikir ga gimana nasib orang yang bener-bener merasa bodoh-bodohan sama ilmu tapi melihat angka yang tertulis di-dirimu itu bagus karena curang mungkin merasa dirinya biasa-biasa aja dengan 'NILAI' ga kasihan sama orang itu?! 
saya juga ga habis mikir gimana pemikiran orang-orang  nyang kalau angkanya tinggi di ijazah orang-orang pada memuji "weeettss nem nya berape?" ckck penanya yang cerdas itu yang bisa membuat para 'pengejar' ijazah itu kecele, ga maksud meng-ecelekan juga sih cuman biar kita tahu murni gaaaaa? misal, "ijazah lu nem nya sekian ya? ajarin saya dong, yang mtk pergabungan fisika itu gimana sih rumusnya kalau mencari volume yang menguap dalam seper menit dalam ruang sekian? terus bahasa indonesia yang nemuin siapa/pemakai pertama? sejarahnya kaya apa? kok bisa berubah ya yang dulunya kata Jang dan sekarang adalah Yang? oiya, mata itu membutuhkan vit.A kan? terus kandungan asam amino di retina apa yah? dan rumus bangun asam aminonya apa, apa kaitannya dengan vit.A atau sama aja?
nah, gitu kalau cerdas (ehhh)

mbak Ina cerita, baru-baru ini main ke Restorant disebuah mall *novel banget* resto itu terbilang mahal, yaa sampai si mbak ina ini minumnya aja milih teh botol. mbak ina melihat 2 orang yang ditaksir umurnya kira-kira seusia saya, 15 tahunan, duduk dimeja yang disediakan untuk 4 orang, berhubung 2 kursi lainnya ga ada penghunia si 2 orang anak 15 tahun dengan enteng ngangkat kaki dikursi yang tak berpenghuni. ckck setelah itu masing-masing tenang, terlihat ga begitu berisik sih, hanya sibuk dengan gadget masing-masing. ngebyangin ga lepi macbook terbuka dengan lebar diatasmeja, sedang si pemilik sibuk dengan gadget lain iPad ditangan. ckck stelah itu mereka mesen juice yang mahal itu dan kemudian lagi dengan ga mikir sopan santun manggil mbak-mbak penjual minta bill. ga malu sama ibu-ibu yang jalan dengan sendirinya ke kasir. oke ini norak menurut anda-anda yang baca tapi coba pikir dengan pikiran jernih, gimana sangat hedonnya negara saat ini, dimana juga sopan santun yang terletak pada diri bangsa ini? ini aja baru 2 orang di sebuah resto? gimana kalau semua anak sekolah kelakuannya kaya gini? boros, hedon ga sopan, apa ga sedih ngebayangin gimana nantinya? masih banyak kali kelakuan anak sekolah smp/sma yang kelakuannya seperti itu. di Mall-Mall sangat banyak, dengan gampangnya ngabisin duit orang tua. ini semua perbuatan sia-sia karena apa? karena mereka hanya mikir untuk 'Membeli' sama sekali ga terlintas dipikiran bahwa 'Saya Harus Membuat' tidak, kalau tidak percaya coba aja tanya sendiri. pada diri andalah dulu, tanyalah.

 pelajaran itu ga berlangsung lama tinggal dikepala, menghilang dengan sendirinya. kenapfa? disekolahan, maaf. sistem maksdunya, kita ga diajarin penerapan ilmu, kok saya harus belajar ini? lho ini dipelajarin untuk apa? pelajaran ini digunakan sebagai apa? dan kita ga langsung menggunakannya. disimpan aja terus, mau sampai kapan?
tanya orang tua anda, pelajaran apa yang diingat pas smp? ingat? yakin ga semua diingat dengan sempurna bahkan gada sama sekali, kenapa? karena itu tadi, ga adanya penerapan ilmu, seperti yang saya bilang tadi, di pelajariiii aja semua, lantas ga ada yang diterapin satu-pun, dengan sempurna pun pelajaran itu akan hilang dengan berjalannya waktu, sang ilmu merasa ga dibutuhin, lebiih baik pergi katanya ketimbang sama sekali ga pernah di singgung-singgung tentang dirinya:)

kawan yang budiman maaf banget kalau ada kata yang kurang baik. dan jika ada hikmah Alhamdulillah ambillah. kebaikan semuanya dari Allah. semoga kita semua selamat dunia dan akhirat. ilmu yang berkah juga yang dipakai berjuang dijalan Allah.

mengubah suatu pendidikan yang sudah kaku ini, tentu bukan lah hal yang mudah. kita harus merubah sistem, tidak menyalahkan pendidikan sekarang. Sistem.
ubahlah dari diri, keluarga, sahabat, baru mengajak kalangan yang lain. sekian dari Nun Adenin, saya diisni sekali lagi bukan yang paling hebat, bukan yang paling 'WAW' selagi masih waras, saya mau menyampaikan ini semua. murni kita juga ga memberontak ke pemerentah tentang pendidikan. biarkan kami membuatnya/membangun nya dulu, agar menjadi contoh kepada yang lain. susah kalau terlalu banyak protes sana-sini sedang diri sendiri masih asyik bergelut dengan keprotesannya.

Makassar, 03 Juni 2012
10.31 pm dimeja panjang




Tuesday, May 29, 2012

'cuma' share

01. ini tentang prihatin, dlm satu survei, wanita ternyata sama cenderungnya kayak pria dlm selingkuh | #cuma lelaki lebih sering ketahuan
02. pandangan lelaki lebih doyan selingkuh terpatahkan, wanita tak kalah sangar | dan twitter-fb bertanggung jawab juga atasnya
03. kemarin, datang seorang suami, banting-tulangnya jadi sopir truk, jelas lelah minta ampun | adukan kelakuan istrinya di tempat kerja
04. istrinya berani SMS-BBM-an sama pria lain, bila HP dilihat dia melotot, privasi alasannya | suami bermata sembab adukan ke kami
05. puncaknya saat suaminya jemput pulang kerja | lihat istri bercanda tawa dgn pria lebih muda, libatkan fisik pula, pdhl anak telah dua
06. saya sampaikan pada suami bermata sembab, “subhanAllah yg telah ciptakan lelaki yg penyabar sepertimu, bila saya, entah apa yg jadi”
07. saat suami prasangka baik dan coba memastikan perbuatan aib itu, istrinya melenggang santai berkata | “itu #cuma teman kerja kok!”
08. itulah #cuma | satu kata ambigu, biasanya “#cuma” ini adl favoritnya lelaki dan wanita yang minus tanggung jawab,
09. #cuma | adl bab awal dari kitab “Dasar-Dasar Ilmu Godaan Bagi Setan Pemula”, kitab wajib setan yg terbukti ampuh menggoda sejak Adam
10. “halaaah, #cuma dikit aja nih bro, masak lu takut, jangan2 lo banci ya” | begitu ilmu terapan oleh setan narkoba
11. “udah coy, gak papa, #cuma sekali aja kok coy!” » ini ilmu terapan oleh setan miras
12. “#cuma penasaran aja gua, gimana rasanya gitu, kan pembelajaran” » ini ilmu terapan oleh setan-setan zina.
13. dan trending topik #cuma dari kalangan jomblo dan ahlu-selingkuh adl “kita #cuma temen kok! | wow, lebih galak dia dari yang tanya
14. #cuma teman? #cuma rekan? » adakah selingkuh, pacaran dan zina yang tak dimulai dari #cuma teman? | iyakah?
15. semua orang hamil diluar nikah hasil maksiat pacaran juga bilang | “kita nggak maksud bgini, kita #cuma temenan kok” -_-
16. engkau kira hanya dengan tambahkan kata #cuma lantas Allah akan memaklumi maksiatmu? | atau kau berharap raqib atid berhenti mencatat?
17. bagaimana bila Allah katakan pula “tak mengapa, engkau #cuma masuk neraka, kok” apa ada bedanya? | kata #cuma tak bawa beda
18. awalnya semua memang #cuma temen, #cuma iseng, #cuma sedikit, #cuma sebentar, #cuma untuk yg terakhir kali, dan #cuma-cuma dosa
19. memang betul, #cuma itu sebuah kata yg bisa lepaskan tanggung jawab | enak, tinggal tambahkan ‘#cuma’ kita lepas tanggungjawab
20. prihatin, teganya | smentara peluh suami berjatuh di jalan lelah, istri bermain api zina yg bakar bahtera nikah dari lunas kapal
21. prihatin, teganya | istri tak habis waktu sehari uruskan anak, suami bersenda gurau dengan wanita yg bahkan tak temani susahnya
22. istri, ingatlah untuk jaga kehormatan dirimu dan suami saat dia tak ada | maka Allah jagakan suamimu saat engkau tak disampingnya
23. suami, hadirilah saat istri lahirkan anakmu, saksikan tangisnya kenanglah jeritannya | mudah2an kau lebih sayangi dan muliakan istrimu
24. dan kamipun hanya ingin ingatkan, bahwa kami #cuma nasihatkan saja | tak lebih | (lepas tanggung jawab kami :D)


- Felix Siauw

rugi rasa nya kalau ga di sharing, meluruskan kata 'cuma' dan ternyata itu bener, saya cuma share yaa~ *ragu gak ragu menjadi tangggung jawab dan enggak* Lha?

Tuesday, May 22, 2012

Nah,

‎1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta
2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna
3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa
4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa
5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja
6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan
7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan
8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan
9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?
10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria
11. Rasul lisankan, "berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)
12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak
13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran
14. pacaran itu penambah semangat belajar | "oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta'ala?"
15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | "betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran"
16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | "itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, 'penjajakan' dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu"
17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | "banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng"
18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | "iyakah? bukankah dominasi penggalau karena berpacaran?"
19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | "nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran"
20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | "Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik"
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | "sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok"
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan? 
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila engkau belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | pacaran? udah putusin aja...

-Felix Siauw

Wednesday, May 16, 2012

Jangan Anggap Remeh & kakak-ku

dipostingan prima ini gw mau menyampaikan 2 hal yang ga ada hubungannya yaaa :) terimaksih udah mau relain waktu untuk membaca postingan ini :D sedia minum duyu, biar konsen hehe3
langsung aja yaw!

karena merasa sakit gatal-gatal itu hal yang biasa gw ga peduli sedikitpun tentang 'gatal-gatal' ini. "ah, paling insya Allah 1-2 hari juga sembuh" astaghfirullah, sombong banget siii ternyata oh ternyata sakit gatal ini berlangsung lama, gw jg gak tau apa karena alergi atau apa.
awalnya hanya didaerah badan, begitu gw garuk2 alhasil menyebar-lah keseluruh badan. tangan-kaki pun ikut terlibat.
sekarang gw udah seminggu bertapa dirumah, sama sekali terisolasi, pernah si sekali gw nekat langgar perintah mama "gausah dulu, nin dirumah aja" karena merasa gw sama sekali sudah gaikut kegiatan belajar gw ga ambil pusing, pokoknya nekat. cabut! gw keluar rumah, naik motor dengan kecepatan tinggi pula, karena mengingat gw udah terlambat.
sampai ditujuan gw langsung disambut sama mbak-mbak yang kecee~ jadi terharu "ya Allah, berasa setaun" "lamanya nda ketemuu" ehe-ehe- gw juga ling-lung, kangeeeeeeeenn
terus ditanyain sudah sembuhkah? "dikit" pas liat muka gw semuanya pada bilang "kenapa datang? ihh menyebar sampai muka, ya Allah, masih gatalkah?" aaaaaa berasa dan berasa kangen nyaa <3 <3
akhirnya baru duduk 'sebentar' kita pulang. iya pulang.
woshhh gw disuruh gak datang dulu, istirahat sampai sembuh. oke. tapi gw bener rindu ketemu kalian :') tapi sudah terbalaskan. gahaha~

sekarang rabu, dan gw berharap dengan penuh harapan besok, kamis 17 mei 2012 gw udah bisa kembali belajar lagi, ketemu kalian, dan keluar dari rumah. haha

oiya kita back to Judul 1, jangan anggap remeh. kenapa? karena awal gejala gatal2 itu gw gak minum obat mungkin selama 5 hari, gw diamin aja salah besar ga boleh diikuti yaa~ akhirnya karena semakin parah gw baru berani minta obat .___. dan sampai sekarang penyebabnya masih ga tau apa gw alergi, pembentukan anti bodi, atau ga karena hormon. dengan begitu ini share-an paling absurd, gw berharap saat sel udah ngirim sinyal sakit, kita-kita ga boleh mengabaikan sinyalnya tersebut, ga tanggung2 akibatnya. karena kenapa ternyata saat ga mengabaikan sinyal awal(langsung ditindak pas datangnya sinyal) proses sembuh itu semakin cepat. (tapi tergantung minum obat apa juga, sebaiknya ga minum obat yang nge-bunuh mikroorganisme baik juga yaa:) adik ditempat belajar gw juga kena gatal2 tapi dia cuman 2 hari, padahal obatnya sama, minum air kelapa nya juga sama, sama banyaknyaa tapi si adik langsung nancap obat pada saat gejala awal. sehingga dia pun lebih cepat prosesnya. lha gw? inilah bedanya yang Care dan ga Care.___.

semoga dan semoga gw makin sabar dengan sakit ini, dan yang utama tetep berprasangka baik sama Allah :D anyway doain gw biar makin kuat, dan cepet sembuh ya :')
gw kangen keluar rumaaaaahh :") kangen belajar, yakin pelajaran sangat-ngat banyak tertinggal :| dan gw kangen mbak2 yang kece2 ituu :p>

oiya sesuai dengan judul pun bisa gw nyempil-nyempilkan ucapan untuk kakak kuu sayang :) kebetulan sang kakak lagi milad ini :) Miladuki As-Sa'id barakallahu fi umrikii yaa ukhti. semoga dengan usia yang berkurang, kakak bisa mencapai harapan, ga luput dengan terus mengingat Allah SWT. dan Rasulnya. ulangtahun bukan segalanya dimana berasa makin tua :P berkurang jatah umur, dengan gt bisa lebih banyak instropeksi diri. ga berasa umur kakak udah 19 ingatkah waktu sd dulu gw suka mukulin kakak sambil nangis narik kerudung kakak saat papa telat jemput pulang sekolah? padahal kakak sama sekali ga salah. ingat ga waktu dulu, penjual es krim lewat dan saya bersama kak fini -yang jg adikmu- dengan tega mencungkil celengan bebek mu secara sembunyi-sembunyi? yang katanya kakak tabung demi buku pada saat kami mengakui? dan akhirnya kami menyesal karena sdh mengambil pecahan 20000 yang saat itu terbilang besar. maafkanlah kekhilafan adikmu ini ya :') kak afini juga:) kalau bisa bang fajri dan dik faqih juga :)
dengar2 kakak akan kembali mendaftar SNMPTN tahun ini lagi ya? sukses-lah selalu, dengan statusmu sekarang ini saja sudah membuat kedua orang-tua kita banggga :')
sukses juga buat kak fini yang sebentar lagi daftarSNMPTN juga!

salam dari adikmu ya :)
untuk kakak-ku Nun Aini yang sekarang sudah 19 th.


diakhir kalimat jangan mengabaikan sel yang 'akan' sakit, dan maafkanlah adik2mu, mewakili didunia maya, Nun Adenin.
nun wal qolami wama yasturun, wassalamu'alaikum :)


Makassar, 16 Mei 2012
di meja belajar yang berantakan
kamar yang penuh nikmat

Saturday, May 12, 2012

miniatur


Kebaikan itu berserakan. Ada dimana-mana. Ada pada siapa saja. Perhatikan, lalu kumpulkan. Semoga menjadi pribadi yang baik dan membaikkan.
-Achmad Lutfi

Sunday, April 8, 2012

lintas

Hai, ini diriku, assalamu'alaikum terbangun tengah malam, karena kekonyolan 'Laper' bersyukur, kalau ga bangun postingan ga bakal jadi. well.
''mau bercerita tapi gak tau dari mana, mau menyampaikan tapi gak tau
dari mana''
Bukan kah sering kita membaca keluh-kesah tersebut atau bahkan mendengar
vision yah, visi. Nggak ada visi nggak ada tujuan hidup. 'ah, visi
saya masuk syurga aja' ngomongnya sambil malas-malasan depan bacaan
komik, misalnya. loh bukan begitu, visi masuk syurga itu dibarengi
dengan action, jangan mau masuk syurga kalau kerjanya tiap hari depan
laptooopp aja, main ps aja terus, atau ga, mengamalkan perintah Allah
saja masih suka bolong-bolong, apalagi menjauhi larangan-Nya.
Orang yang tidak punya semangat hidup itu adalah orang yang tidak mempunyai Visi, gimana mau semangat, yang
ingin dicapai saja belum dipikirkan.
ketika anda semua merancang visi dengan tepat, maka kemudian harus juga dibarengi bagaimana cara
mendapatkannya, dengan misi, starategi/ membuat perencanaan tahap-tahap
pencapaian. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, bagaimana mau
bertindak kalau apa yang ingin dicapai saja tidak ada?
Itulah arti visi bagi kehidupan secara personal, bukan segaris
lembaga, sekolah, ormas dan sebagainya.

Buatlah visi anda sejauh mungkin! Sejauh mungkin! Kenapa? Karena
ketika visi anda lemah/rendah/mudah tercapai dengan contoh: ingin
menjadi arsitek. ketika anda lulus kuliah, anda mendaptkan visi anda,
menjadi arsitek, lalu? Ketika sudah menggapai arsitek tersebut lengkap
dengan nilai cum laude apa yang kemudian anda harus dapatkan kembali? apa sudah merasa puas? tentu tidak, karena memang manusia tidak akan pernah merasa cukup.
ketika waktu itu umur anda masih sangat muda, Bukankah
dibutuhkan perubahan visi? Arsiteknya sudah tergapai. lantas apa lagi? Buatlah Visi Sejauh Mungkin.
Dibutuhkan juga inovasi dalam Visi, misi! Kawan! :) Setelah visi tentu ada langkah yang harus dilakukan.
Maka tadi saya sempat menyinggung Misi atau langkah pencapaian Visi.
Visi yang kita buat tentu dengan kualitas canggih, harus! Yakin,
sungguh-sungguh pasti ada jalan, jangan yakin aja, perlu Action (one
more :p) perlu tindakan. dengan contoh, sebagai berikut, Misalkan,

Visi : Masuk surga. Menjadi ini ini ini, bisa ini ini ini Misi : hafal
quran serta mengamalkan, menjadi seorang dokter bermanfaat bagi
masyarakat, menjadi nananana dan seterusnya. Sip, misi yang baik.
Strategi(langkah mencapai misi) : untuk menjadi penghafal quran
misalnya, dibuat target khusus, sehari menghafal berapa lembar, untuk
menjadi dokter sehari bisa membaca berapa buku, dapat menakar sendiri
ilmu yang buruk dan baik, dan seterusnya.

buatlah dalam selembar kerta, visi, misi, strategi, target (pencapaian
visi kapan) itu yang akan memotivasi anda, yang membuat semngat hidup
anda jauh lebih semangat, harus dirancang sekarang. Kalau gak
dirancang sekarang, nantinya akan kelabakan :)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang
mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
QS 13:11

yap! Begini dulu yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat, ada
manfaat di ambil, nggak bermanfaat dibuang (iya
to? Kalau ga bermanfaat dibuang, tidak ada manfaatnya pun,
penuh-penuhin volume otak aja, wehehehe~)

inspirasi nulis : orang-orang SUPER disekelilingku
(poke : *yang bisa dipoke* Mbak Muthia. Mbak Ina)
:)
Makassar, 08 April 2012
2.32 Am